Tampilkan postingan dengan label My Travel Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Travel Story. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Desember 2012

Tutorial Table Manner ala siska


Table manner ini merupakan mata kuliah wajib untuk anak perhotelan atau pariwisata, dimana kami diajarkan bagaimana tata cara menggunakan alat makan dan minum pada acara jamuan makan atau acara resmi di hotel berbintang. saat sedang berada di meja makan.

Makan kok diatur ?? Untuk orang indonesia pada umumnya memang agak terlihat ribet, bayangkan saja banyaknya sendok pisau dan garpu yang ada di meja, ditambah lagi urutan pemakainannya yang gak biasa =o= Kali ini saya akan berbagi pengalaman waktu saya table manner di salah satu hotel di jakarta.


1. Kelengkapan dan fungsi alat makan

Pada hotel berbintang atau restaurant berbintang alat makan diletakkan sesuai dengan standar internasional, 1 orang akan diberikan berbagai jenis alat makan yang memiliki fungsi yang berbeda.

Formal Dining Table International
Keterangan gambar dari kiri ke kanan :
Pada bagian paling kiri terdapat serbet, kemudian dessert fork - salad fork - dinner fork. Di bagian kanan terdapat dinner spoon - dinner (steak) knife - salad knife - soup spoon - butter knife. Pada bagian atas terdapat berbagai jenis gelas dengn fungsi yang berbeda water glass - champagne glass - wine glass

Gambar diatas merupakan standar internasional yang digunakan di berbagai negara, Jangan bingung untuk menggunakannya karena peralatan tersebut sudah diatur mengurut, jadi kita tinggal menggunakannya dari arah luar ke dalam. Misalnya makanan yang akan datang pertama kali adalah makanan pembuka berupa roti jadi gunakan pisau mentega yang terletak di bagian terluar lalu akan datang makanan pembuka selanjutnya, kita tinggal mengambil sendok untuk dessert yang berada disebelah  butter knife dan dessert fork pada bagian kiri. Setelah selesai dengan dessert, pelayan akan menghidangkan soup, gunakan sendok untuk soup biasanya bentuk kepala sendok soup (soup spoon) berbentuk lebih bulat. Hidangan selanjutnya adalah salad, gunakan garpu salad dan pisau salad sesuai yang ada pada gambar. Masuk ke hidangan utama, gunakan dinner spoon, dinner knife, dan dinner fork pada saat menyantap menu utama. Mudah bukan ??



Selanjutnya saya akan membahas beberapa tata krama saat sedang berada di meja makan..

1. Serbet digunakan hanya untuk menutupi pakaian agar tidak kotor dan melap mulut sehabis minum / makan (jangan digunakan untuk melap sepatu, lipstick dan kotoran gigi) =o= Pada saat ke toilet, serbet sebaiknya diletakkan pada sandaran kursi atau gagang kursi.

2. Pada saat minum, gelas di pegang pada bagian pantat gelas (untuk gelas berkaki) jangan sampai rempah2 makanan pada cap bibir anda tertempel di gelas untuk itu sebelumnya anda dapat melap bibir dengan serbet.

3. Pada saat makan, jangan  mendinginkan makanan dengan meniupnya tunggulah makanan tersebut dingin dengan sendirinya atau pada saat makan soup kita dapat mendinginkannya dengan mengaduk perlahan soup menggunakan sendok dari arah luar ke dalam dan meniupnya perlahan.

Jangan berbicara pada saat kondisi mulut sedang penuh dengan makanan, jangan mengacungkan pisau atau sendok pada lawan bicara.

4.Tidak meletakkan sampah di meja makan

5.Pada saat makan steak, pegang pisau dan garpu dengan telunjuk di bagian atas utnuk menekan lebih kuat.

6. Pada saat meninggalkan meja makan letakkan sendok pada posisi  tertelungkup, hal ini menandakan bahwa anda masih akan melanjutkan makan. Sebaliknya saat usai makan maka letakkan sendok dengan posisi terbuka. Pengaturan posisi sendok dan garpu dapat berbeda-beda di setiap negara, misalnya di Indonesia kita sudah terbiasa untuk menyudahi makanan dengan menelungkupkan sendok dan garpu pada posisi silang.

Demikian tutorial yang dapat saya bagikan berdasarkan pengalaman saya, kurang lebihnya dapat disesuaikan...




Minggu, 11 November 2012

Keraton Indah di Atas Bukit - Ratuboko



Istana Ratu Boko adalah sebuah bangunan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Istana yang awalnya bernama Abhayagiri Vihara (berarti biara di bukit yang penuh kedamaian) ini didirikan untuk tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual. Berada di istana ini, anda bisa merasakan kedamaian sekaligus melihat pemandangan kota Yogyakarta dan Candi Prambanan dengan latar Gunung Merapi.
Istana ini terletak di 196 meter di atas permukaan laut. Areal istana seluas 250.000 m2 terbagi menjadi empat, yaitu tengah, barat, tenggara, dan timur. Bagian tengah terdiri dari bangunan gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumpak, dan Paseban. Sementara, bagian tenggara meliputi Pendopo, Balai-Balai, 3 candi, kolam, dan kompleks Keputren. Kompleks gua, Stupa Budha, dan kolam terdapat di bagian timur. Sedangkan bagian barat hanya terdiri atas perbukitan. 
source : http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/candi/ratu-boko/

Untuk menuju ke istana Ratu Boko kita harus menaiki ratusan anak tangga, setelah sampai diatas kita dapat melihat pemandangan candi prambanan dari kejauhan. Terdapat sebuah restoran klasik bergaya tradisional yang menjual aneka makanan dan minuman serta handicraft untuk oleh-oleh. Saya dan teman2 membeli gelang batik yang berbahan dasar kayu seharga 25rb rupiah *kalau tidak salah*

Ini dia foto-foto yang dapat kami abadikan ;')

Climbing~ Climbing~ fiiyyuuhh...

pemandangan dari atas bukit.. hiiyyaaa~ lumayan kan ??
Teras Restaurant Ratu Boko

Maria - Siska - Ima - Pak Ardi



Ini arahan gaya ala pak meizar, knp jadi kyk bollywood gini deh ?? ckck

Bersama teman2 dan Pak Meizar


Rabu, 24 Oktober 2012

[Part 2] Let's Go - Gagal ke Taman Safari, Curug Cilember pun jadi...

Nah niatan kami yang tadinya mau penelitian ke Telaga Warna kan ga jadi tuh, abis makan siang langsung deh kami turun ke cisarua.. tapi tapi tapi >o< sial apa sih yang membuntuti kami hari ini ?? hiyaaaat " KENA BUKA TUTUP JALAN CIPANAS - CISARUA " terpaksa deh kita nunggu di mobil selama 2 jam, bosen penat mood down~ campur aduk jadi 1.  Widii sama ima sih asik dengan ciloknya masing-masing wkwkwk

Setelah jalan kembali di buka, tancap gas deh kita.. sialnya lagi sampai di Taman Safari uda hampir jam 5 sore T^T masa sih cuma main sejam doang, karena TS tutupnya jam 6 sore.. dan harga tiketnya bkn 2500 tapi Rp 110.000 gak worth it bgt kan. Kebetulan ga jauh dari TS ada curug yang sering bgt diomongin sama teman-teman..

Karena  sampenya kemaleman, suasana mistis pun terasa. Ada beberapa kejadian - kejadian aneh yang kami alami. ihh serem!! Tapi gapapa deh, kebayar sama kecantikan alamnya.

Curug cilember ga kalah menarik dengan objek wisata lainnya di sepanjang jalan BoPunJur (Bogor Puncak Cianjur), betah deh lama2 disana menikmati air yang sejuk dan udara yang segar. Curug ini ada 7 tingkat dan curug terendahnya adalah curug 7, jadi kalau mau ke curug 1 harus melalui jalan tanjakan yang licin. Kita - kita cuma bisa sampe curug 7 doang, karena waktu yang ga memungkinkan.

Untuk fasilitas bagi para wisatawan, pengelola menyediakan camping ground lengkap dengan tendanya yang dapat disewa per malam, ada juga villa - villa kayu yang cantik di dalam kawasan curug cilember. Ga cuma air terjun ada juga taman kupu-kupu di kawasan wisata curug cilember. 

Nih beberapa gambar yang sempat saya ambil by camera handphone jadi hasilnya  jelek ;') 


Let's Go!! Telaga Warna , Puncak - Bogor.

@ Telaga Warna, Puncak - Bogor
Maria
Ima - Siska - Widi
 
Ceritanya... saya and the ganks main ke daerah puncak, Bogor. Sebenarnya perjalanan kami ini dalam rangka mengerjakan penelitian mata kuliah Sosiologi Pariwisata  " Dampak Kegiatan Pariwisata Pada Destinasi Wisata ". Setelah berunding, dipilihlah telaga warna sebagai obyek penelitian kami. 

Namanya "Telaga Warna" sih ga asing di kuping, kayak sering bgt dengernya. Tapi sumpah deh, sebelumnya ga ada satu pun dari kami berempat yang tau lokasinya. Dengan pedenya kami berempat berangkat gitu aja..
Sekitar jam 9 pagi, kami berangkat dari kediaman widi di daerah jagakarsa menuju puncak via tol jagorawi. Setelah 1,5 jam perjalanan akhirnya kami sampai di juga di lokasi. Setelah bertanya sana sini, ternyata oh ternyata~ lokasinya itu sangat amat tidak asing, letaknya tepat di seberang jalan Restoran Rindu Alam, Puncak Pass!!! WATDAAA~  saya sdh puluhan kali bolak-balik cileungsi - cipanas tapi ga pernah engeh akan keberadaan wana wisata alam milik PERHUTANI ini. wkwkwk m( _ _ )m















Dari bagian depan tidak terlihat seperti objek wisata, karena memang masih harus berjalan kaki kurang lebih 500 mtr untuk mencapai telaga yang saya kira berwarna =o=  Tiket masuk hanya Rp 2.500 per org. Murah yah?? yah iyalah, karena memang objek wisata ini masih dikelola oleh PERHUTANI. Ga banyak atraksi wisata yang ditawarkan tapi tempat ini suasananya sejuk bgt. 

Begitu masuk kedalamnya apa sih yang pertama kali kalian pikirkan ?? Jadi, mana telaga warnanya?? Kenapa ga berwarna?? Menurut si bapak yang saya lupa namanya, telaga ini dinamakan telaga warna karena warna hijau yang dihasilkan oleh warna pepohonan disekitarnya. Waktu kita main kesana sih warnanya ga hijau tapi agak coklat, mungkin karena habis turun hujan.

Telaga Warna, Puncak - Bogor
Taken by siska
Disini kita bisa ber-outbound ria atau naik rakit mengelilingi telaga warna. Disarankan untuk tidak bawa makanan yah, karena sekawanan monyet-monyet nakal akan langsung mengepung kamu dan merebut makanan yang kamu bawa.. hahaha >o<



Akhir cerita kami ga menemukan inspirasi untuk penelitian kami, jadi kita capcus untuk makan siang di daerah cipanas, tadinya kita-kita ini pada mau berendem di pemandian air panas namun kami berubah pikiran. Sayang banget kan kalau akhirnya kami ga melakukan penelitian untuk tugas. Kami memilih Taman Safari untuk dijadikan objek penelitian padahal jam sudah menunjukan pukul 14.00 wib...

Bagaimana kelanjutan perjalanan tanpa rencana kami ??

-bersambung-